Friday, 16 September 2011

Kisah 3 permintaan

Cerita tentang seorang bos dan dua orang karyawannya. Suatu ketika, si bos mengajak sekretarisnya dan juga office boy nya untuk makan siang bersama karena kedua orang karyawan itu merupakan karyawan kesayangan si bos.

Singkat cerita, di tengah perjalanan menuju restoran, mereka menemukan sebuah toko barang antik. Mereka pun masuk ke toko itu karena penasaran. Mereka menemukan sebuah lampu yang bentuknya unik. Si office boy yang begitu tertarik dengan lampu itu menggosok lampu itu dengan penasaran. Tiba-tiba dari lampu itu muncullah asap yang mengepul dan keluarlah sesosok makhluk raksasa keluar dari lampu itu.

"Ha ha ha. Aku adalah dewa yang terperangkap di lampu ini selama beratus-ratus tahun dan aku menunggu seseorang yang akan membebaskanku. Sebagai rasa terima kasihku, aku akan mengabul masing-masing 1 permintaan kalian bertiga." Ucap sang dewa.

 Si sekretaris dan office boy pun berebutan untuk meminta permintaan itu. Namun akhirnya si sekretaris mengalah dan membiarkan si office boy mengucapkan permintaanya terlebih dulu. Si office boy pun berkata kepada sang dewa, "Wahai dewa, aku dari lahir sudah hidup miskin sampai hari ini. Aku tidak pernah merasakan hidup mewah. Hanya satu pintaku dewa, aku ingin hidup mewah di Amerika di rumah yang besar dan dipenuhi oleh wanita-wanita cantik. Dalam sekejap, si office boy pun menghilang dan telah hidup seperti apa yang dia minta tadi.

Lalu, si sekretaris pun mengucapkan permintaanya. Dia berkata, Wahai dewa, sebenarnya hidupku sih sudah enak-enak saja. Namun, aku bosan hidup di Indonesia. Jadi, aku ingin jadi sekretaris di gedung putih Amerika." Dalam sekejap pun si sekretaris sudah berpindah menjadi sekretaris Obama di Amerika.

Terakhir tinggal si bos yang belum mengucapkan permintaanya. Sang dewa pun bertanya, "Wahai bos hidupmu sudah sangat enak. Lalu, apa yang ingin kau minta padaku?" Si bos pun berkata, "Wahai dewa, mereka berdua adalah karyawan kesayanganku. Jadi pastikan mereka kembali ke kantor tepat jam 1 siang."

 Pesan : Tidak mau mengalah adalah sebuah penyebab masalah. Andaikan tadi kedua orang karyawannya mau mengalah dan membiarkan si bos mengucapkan permintaanya terlebih dahulu, mungkin saja mereka bisa mengatur supaya kebahagiannya itu bisa terus berlanjut.

Sama seperti kita yang selalu ingin terburu-buru dan tidak mau mengalah saat kita diberikan sebuah kesempatan yang sangat mengasyikan. Biasanya kita lebih mementingkan diri sendiri terlebih dulu daripada orang lain. Itulah yang harus kita ubah.   


Read more...

Friday, 19 August 2011

Persyaratan untuk Cerai

Kisah tentang dua orang pasangan yang baru saja menikah. Mereka sudah menjalin hubungan sejak lama dan baru saja menikah. Hari pertama pernikahan, mereka merasa sangat bahagia. Setiap pagi si suami selalu menggandeng tangan istrinya keluar dari kamar dan selalu mengatakan kepada istrinya "Aku Sayang Padamu."
Kebiasaan itu terus terjadi setiap hari.

Tahun demi tahun berlalu, kebiasaan baik itu pun lama kelamaan mulai dilupakan dan hubungan pernikahan mereka pun semakin lama semakin menjadi kurang harmonis. Sampai akhirnya, mereka pun memiliki seorang anak laki-laki.

Sang suami yang semakin lama semakin tidak punya waktu untuk istri dan anaknya hanya sibuk dengan urusan pekerjaannya saja. Si istri pun semakin lama merasa jenuh. Ternyata, si suami telah memiliki pacar baru yang jauh lebih muda dibanding istrinya di luar sana.

Sampai akhirnya, suatu sore sepulangnya dari kantor si suami memberikan selembar kertas pada istrinya. Alangkah kagetnya sang istri melihat isi surat itu adalah surat perceraian. Di kertas itu, si suami menuliskan bahwa sang istri boleh mengambil 50% dari kekayaan mereka, mengambil salah satu rumah suaminya dan boleh memiliki mobil suaminya. Spontan si istri langsung merobek surat itu dan menuju ke kamar.

Malam itu pun, mereka pun tidur saling diam-diaman tanpa percakapan sedikitpun walaupun tidur seranjang. Keesokan paginya, si istri pun memberikan selembar kertas panjang dan mengatakan "Aku tidak perlu harta apapun darimu untuk bercerai. Aku hanya ingin kau melaksanakan syarat yang kutulis saja."

Si suami pun membaca dan kaget. Surat itu berisikan, "Aku rela diceraikan olehmu 1 bulan lagi dan selama sebulan itu, setiap pagi kamu harus menggandeng tanganku keluar dari kamar seperti waktu pertama kali kita menikah dan kamu harus mengatakan padaku, "Aku Sayang Padamu" seperti hari pertama kita menikah.

Si suami pun menyetujui dan segera menuju ke rumah pacar barunya dan memberi tahu semuanya. Si pacar pun menyetujui untuk menceraikannya sebulan lagi. Keesokan paginya, si suami segera menggandeng tangan istrinya keluar kamar sesuai syarat. Anak mereka pun melihat dan mengatakan, "Asikk!! Papa gandeng mama!" suatu kejadian yang jarang sekali dilihat oleh anaknya. Si suami pun merasa canggung begitu pula dengan si istri. Namun, si istri berkata "tetap lanjutkan biarkan anak kita melihat kita seperti ini."

Keesokan harinya, si suami pun melakukan hal yang sama. Perasaan canggung diantara keduanya pun mulai sedikti menghilang. Begitu pula seterusnya. Suatu ketika, si istri meminta sang suami untuk memakaikan gaun kepada istrinya. Si istri berkata "Pa, gaunku sudah kebesaran yah." Si suami pun sadar bahwa tubuh istrinya sudah semakin kurus dari yang dulu. Lalu, ia memperhatikan wajah istrinya dan tampak banyak sekali keriput di wajah istrinya. Dan si suami menyadari bahwa istrinya sudah bertambah tua.

Semakin lama mereka melakukan kebiasaan itu, si suami pun sadar bahwa sebenarnya dia masih sangat menyayangi istrinya itu. Hanya saja, mereka sudah meninggalakan banyak kebiasaan positif sehingga perasaan cinta itu pun hilang.

Sampai hari ke 30, si suami menuju ke rumah pacar barunya dan berkata "Aku tidak jadi cerai. Aku masih sangat menyayangi istriku dan aku tidak akan pernah berpisah dengannya." Si pacar baru itu pun marah dan menamoar si suami. Namun, si suami langsung pergi dan segera menuju ke toko bunga. Dia membeli bunga yang paling mahal yang bertuliskan "I Love You" dan segera pulang.

Namun, alangkah kagetnya ia menemukan tubuh istrinya sudah terkapar lemah tak bernyawa di ranjang. Rupanya, istrinya sudah divonis kanker stadium akhir oleh dokter dan hidupnya hanya tinggal sebulan. Si suami merasa sangat menyesal.

Pesan : Janganlah menyia-nyiakan apa yang kamu punya sekarang. Karena sesuatu akan terasa sangat berharga saat anda sudah kehilangannya. Selain itu, jangan pernah tinggalkan kebiasaan baik yang sering kita lakuakn karena sedikit banyak itu meembawa manfaat untuk kita. 


Read more...

Kisah 3 ekor ikan

Alkisah di suatu danau hiduplah 3 ekor ikan. Ikan yang pertama bernama Karma. Ikan yang kedua bernama Semangat. Ikan yang ketiga bernama kebijaksanaan. Ketiga ekor ikan ini hidup damai dan berdampingan di danau tersebut.

Sampai suatu ketika, seorang nelayan datang untuk menangkap ketiga ekor ikan itu dengan sebuah jaring besar. Karena mereka tidak sadar, tertangkaplah mereka ke dalam jaring besar itu. Mereka bertiga pun dalam bahaya.

Namun, ikan yang bernama semangat itu pun tidak putus asa begitu saja. Ia terus berusaha sampai akhirnya jaring si nelayan itu pun robek. Ikan kedua yang bernama bijaksana, begitu melihat ada lubang di jaring itu langsung secepat mungkin keluar. Kedua ikan itu pun selamat dari tangkapan si nelayan.

Berbeda dengan si ikan ketiga yang bernama Karma. Dia berpikir bahwa "Ini belum saatnya bagiku untuk mati, maka aku pasti tidak akan mati sekarang." dan ia tidak melakukan sedikit usaha pun agar bisa terbebaas dari jaring itu. Akhirnya, si karma pun tertangkap oleh nelayan.

Pesan : Jangan pernah menyerah pada keadaan, apalagi pasrah terhadap karma. Karena karma itu tidak menentukan segalanya. Karma memang menentukan segalanya. Namun, tidak semua diatur oleh karma. Karma hanyalah salah satu faktornya. Yang terpenting adalah bagaimana usaha kita untuk mencapai sesuatu dan bagaimana kita menggunakan pikiran dan kecerdasan kita untuk menyelesaikannya. 

 


Read more...

Thursday, 5 May 2011

Ego

Cerita kali ini adalah ceritakan yang bertemakan tentang egoisme atau pemikiran tentang hanya ingin membahagiakan "Aku". Disini saya akan berbagi sebuah kisah tentang dimana kita harus bisa sesekali memikirkan tentang orang lain.

Seorang gembala sapi yang mungkin hampir dikatakan tidak pernah menyentuh makanan mewah, suatu hari diundang ke kerajaan untuk makan bersama. Sang gembala pun kaget bukan main. Awalnya ia mengira itu hanyalah mimpi. Namun, dia bertanya pada tetangga-tentangganya dan rupanya bukan hanya dia saja yang diundang. Tetangganya pun juga diundang semua. 

Sesampainya di istana, sang gembala bersama para warga lainnya melihat sebuah meja besar penuh dengan makanan-makanan yang mewah dan enak. Lalu, semua warga itupun duduk di kursi yang telah disediakan. Namun, seketika mereka terkejut saat kedua tangan mereka diikat siku mereka diborgol sehingga mereka tidak bisa memasukkan makanan sedikitpun ke mulut mereka.

Sampai akhirnya, salah seorang dari  mereka berkata pada raja, "Buat apa raja mengundang kami kalau anda hanya menjebak kami seperti ini? Dasar kau! Rupanya anda hanya menjebak kami saja." 

Lalu sang raja pun menjawab, "Siapa yang menjebak kalian? Saya hanya ingin mengajarkan kalian sebuah hal yang berharga. Coba anda semua luruskan tangan anda. Suapi satu orang yang ada di depan anda. Maka anda semua pasti dapat makan dengan enak. Alangkah bahagianya jika kita dapat hidup tidak hanya memikirkan kebahagiaan diri sendiri saja, namun bisa membuat semua orang bahagia termasuk diri sendiri."

Mereka pun sadar dan mulai menyuapi orang yang ada di depan mereka. 

Pesan : Jangan hanya memikirkan kebahagiaan diri sendiri. Namun, berbagilah kebahagiaan itu dengan orang lain. Betapa damainya dunia jika setiap satu orang bisa berbagi kebahagiaan dengan satu lainnya. Maka tidak akan ada yagn namanya permusuhan. Oleh karena itu, buanglah rasa ego kalian dan mulailah pikirkan perasaan orang lain yang sama-sama ingin bahagia :D


 

Read more...

Monday, 25 April 2011

Makanan apa yang paling enak? (Perenungan)

Berjumpa lagi dengan saya. Mungkin kalau biasa saya menuliskan cerita pada blog saya ini. Namun, pada kesempatan ini saya ingin sedikit merubah yaitu dengan membuat sebuah perenungan yang cukup menarik. Saya juga berharap semoga perenungan singkat saya ini bisa bermanfaat bagi para pembaca. 

Sebelum memulai, saya ingin bertanya kepada pembaca sekalian. "Makanan apa yang paling enak?" Mungkin jawaban setiap orang itu berbeda-beda. Mungkin ada yang bilang "ayam goreng" atau "Pizza" atau "Hamburger" dll. Nah, kali ini saya ingin membuat sebuah perenungan mengenai makanan ini. 

Sekarang, saya akan memperlihatkan beberapa gambar yang mungkin bisa membuat anda menelan liur melihatnya. 






Makanan-makanan di atas tadi mungkin adalah makanan yang tergolong enak dan mungkin anda sangat ingin sekali memakan semua makanan di atas. Namun, apakah makanan-makanan di atas akan tetap enak bila anda memakannya dalam kondisi seperti ini:




Saya rasa mungkin jawaban anda adalah tidak. Mengapa saya bisa berkata demikian? Makanan seenak apapun seperti pada gambar di atas mungkin akan terasa enak apabila anda benar-benar dalam kondisi yang baik. Namun, jika kondisi anda kurang baik, anda tidak akan dapat menikmati makanan itu.

Karena semua itu berasal dari pikiran kita. Coba saja bayangkan bila makanan yang tersedia hanya seperti ini:




Namun saat anda memakannya anda dalam kondisi seperti ini:




Saya rasa meskipun makanan yang anda makan tak seberapa enak, namun anda akan merasakan makan yang penuh dengan kebahagiaan karena anda makan dengan perasaan yang senang. 

Pesan : Makanan yang anda makan maupun segala kondisi yang terjadi, semua berasal dari pikiran. Oleh karena itu, saat pikiran anda sedang dalam kondisi yang kurang baik, semua kondisi baik yang masuk ke dalam tubuh anda tidak akan terasa baik. Namun, saat pikiran anda sedang dalam kondisi yang sangat baik, meskipun kondisi yang masuk kurang baik. namun anda akan tetap merasa bahagia karena kondisi pikiran anda. 

Oleh karena itu, segala sesuatu itu berasal dari pikiran anda dan pikiran anda sendirilah yang menentukan bahagia atau tidaknya anda, senang atau sedihnya anda, dan selainnya itu semua diatur oleh pikiran. Oleh karena itu, kondisikan pikiran anda secara baik sehingga kondisi apapun yang masuk ke dalam diri anda akan tetap menjadi baik. 









Read more...

Wednesday, 13 April 2011

Apa itu bahagia?

Suatu ketika, ada seorang saudagar kaya dan anaknya yang tinggal di sebuah kota. Di kota itu, orang yang mampu memiliki kuda yang banyak dianggap sebagai orang yang kaya. Saudagar itu memiliki 10 ekor kuda. Suatu hari, saudagar itu memberi tugas pada anaknya untuk membawa jalan-jalan sepuluh ekor kudanya itu. Namun, saat pulang kuda yang dibawa oleh anak sang saudagar itu tinggallah 8 ekor. Sang saudagar merasa sangat sial. 

Keesokan harinya, kedua ekor kuda yang hilang itu pulang kembali ke rumahnya dengan membawa lagi 2 ekor kuda liar. Berarti, jumlah kuda yang dimiliki oleh sang saudagar bertambah. Dengan begitu pula, berarti sang saudagar bertambah kaya. Kini, sang saudagar merasa sangat bahagia.

Keesokan harinya, anak dari sang saudagar mencoba untuk menunggangi kuda liar tersebut. Namun, di luar kendali kuda liar itu mengamuk dan anak sang saudagar itu terjatuh. Akibat dari terjatuh itu, anak dari sang saudagar itu harus diamputasi kakinya. Kini, sang saudagar kembali merasa sial. 

Sebulan pun berlalu, negara tempat tinggal sang saudagar dan anaknya itu teradi perang. Setiap anak lelaki umur 17 sampai 25 tahun wajib mengikuti wajib militer. Namun, tidak diperuntukkan bagi orang yang cacat. Kini, sang saudagar merasa baeruntung karena anaknya tidak perlu mengikuti wajib militer. 

Pesan : Lalu, apa itu bahagia? Bahagia itu adalah saat kita mendapatkan apa yang kita inginkan. Apaka itu arti dari kebahagiaan? Jawabannya bukan! Kebahagiaan itu berasal dari dalam diri kita. Jadi, apapun yang terjadi kita harus bisa mengendalikan diri kita untuk tetap bahagia. 

Jadi, tidak ada orang lain yang dapat membuat kita bahagia selain diri kita sendiri. 



Read more...

Kisah Seorang Penebang Kayu

Alkisah, pada suatu ketika hiduplah seornag penebang kayu yang sangat hebat. Kemampuannya dalam menebang kayu sudah tidak perlu diragukan lagi. Keahliannya itu membuatnya terkenal. Bahkan kabar mengenai dirinya itu sampai terdengar ke telinga raja.

Raja yang terkesima dengan kemampuan dari sang penebang kayu itu pun ingin mengangkat penebang kayu itu menjadi penebang kayu kerajaan. Hari pertama sang penebang kayu kerja di kerajaan. Pada hari pertama, sang penebang kayu berhasil menebang 25 batang kayu dalam satu hari. Sungguh sebuah prestasi yang menakjubkan. Raja pun sangat bangga dengan hasil kerja dari sang penebang kayu.

Pada hari kedua, jumlah kayu yang dapat ditebang oleh sang penebang kayu itu pun berkurang. Jumlah kayu pada hari kedua hanyalah 18 batang kayu. Sang penebang kayu nampak sangat kecewa. Namun, sang raja tetap memuji hasil kerja sang penebang kayu dan menyuruhnya untuk mencoba lagi.

Pada hari ketiga, jumlah kayu yang dapat ditebang oleh sang penebang kayu hanyalah berjumlah 10 batang kayu. Sang penebang kayu nampak sangat kecewa. Namun, sang raja tetap memuji hasil kerja sang penebang kayu dan menyuruhnya untuk tetap berusaha. 

Begitulah seterusnya, sampai hari ketiga, keempat, kelima, dan keenam. Setiap harinya, jumlah kayu yang dapat ditebang oleh sang penebang kayu semakin berkurang saja. Sampai pada hari ketujuh, hanya 1 batang kayu yang dapat ditebang oleh sang penebang kayu. 

Lalu, dengan perasaan kecewa dan nampak frustasi, sang penebang kayu menghampiri sang raja dan melaporkan jumlah kayu yang dapat ditebang. Lalu sang raja menanyakan sebuah pertanyaan yang menyadarkan sang penebang kayu. Sang raja bertanya kepada sang penebang kayu, "Kapan terakhir kali kamu mengasah kapak kamu?" Sebuah pertanyaan yang singkat namun menyadarkan sang penebang kayu.   

Pesan : Kadang kala, kita lupa dengan sebuah hal yang sangat kecil bahkan sangat sepele sekali. Namun, tanpa kita sadari, hal-hal yang kecil dan sepele itu dapat mengubah seluruh hidup kita dan bahkan dapat menghancurkan atau dapat membuat kita bangkit. 

Oleh karena itu, perhatikanlah mulai dari hal yang terkecil, karena hal-hal yang sangat kecil itulah penentu keberhasilan kita. Hiduplah dengan waspada dan sadar maka anda akan berhasil dalam hidup anda.



Read more...